Laman

my masage

Sabtu

Sabun Sgsa Bandung

 Sabun Sgsa Bandung

Sabun ini 80% kandungannya terbuat dari nutrisi susu kambing dan minyak zaitun murni.
Di zaman Mesir kuno, Ratu Cleopatra yang RUMUS kecantikannya banyak dicontek wanita-wanita masa kini, ternyata menggunakan SUSU KAMBING sebagai upaya untuk mempercantik wajah dengan cara mengkonsumsinya serta digunakan untuk mandi susu untuk menjaga kehalusan kulit dan keindahan tubuhnya

Manfaatnya : Mencerahkan/memutihkan kulit ekstra cepat dan mencegah flek hitam, Membersihkan dan menghilangkan daki-daki ataupun kotoran yang menempel di tubuh setelah seharian beraktifitas, Menghaluskan, meremajakan, mengencangkan sekaligus menutrisi kulit, Bau badan langsung kabur dengan sabun ini, Terbukti mencegah jerawat dan flek-flek bekas jerawat di muka dengan pemakaian teratur, Menetralisir kulit dari kekeringan dan kelebihan minyak

Ada 3 jenis aroma yang di buat  sekarang ini :
Aroma Greentea POM NA 18120500729
Aroma Vanilla POM NA 1812050030
Aroma Jasmine POM NA 1812050030


Sumber : - http://sabunsgsabandung.blogspot.com

Contact Person :
Misshya Chailla Anwarry
Telp:- 089.627.522.024 / pin : 741D0998
e-mail : missgroup00@gmail.com
Alamat : Jl. Pasir Impun no.72 Bandung

Selasa

Membuat Kabel Cross-over

Membuat Kabel Cross-over UTP CAT5



Berbincang tentang jaringan tentu tidak lepas dari pengetahuan dasar tentang kabel UTP. Meski ini adalah pembahasan lama yang sudah banyak ditulis, saya masih merasa perlu untuk mengulas ulang dengan gaya bahasa yang semoga lebih mudah dipahami.
Berikutnya, jika diskusi kita lanjutkan lebih jauh tentang tipe koneksi kabel UTP, kita akan dihadapkan pada dua jenis koneksi yang paling sering digunakan yakni Kabel Straight dan Kabel Cross. Sementara itu dalam posting ini, saya akan fokus pada penggunaan tipe kabel Cross. Kita akan bersimulasi menghubungkan dua komputer tanpa perlu menggunakan hub atau switch.

Kenapa kita memerlukan kabel Cross-over?

Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu pihak akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Pada dasarnya kita perlu menghubungkan jalur TX (trasmit) dari satu ujung ke RX (receive). Jika ada hub, proses penghubungan jalur TX dengan RX ini telah diselesaikan oleh hardware hub. Berhubung kita saat ini tidak membahas jaringan dengan hub, koneksi harus bisa diselesaikan dengan mengatur kabel pada setting seperti dalam ilustrasi di bawah ini:



Hanya ada satu cara untuk membuat kabel cross-over dan sebenarnya caranya sangat mudah. Bagi Anda yang telah mengetahui dasar-dasar kabel UTP, tentu Anda tahu bahwa kabel cross-over dibuat dengan aturan pin tipe 568A di salah satu sisi dan tipe 568B di sisi yang lain. Jika Anda belum mengetahui hal ini, jangan khawatir karena saya akan menjelaskan hal tersebut dengan singkat dan jelas kepada Anda.
Seperti disebutkan sebelumnya, sebuah kabel Cross menghubungkan titik TX komputer satu ke RX komputer yang lain dan sebaliknya.
Silakan cermati urutan pin Cross kabel CAT5 sebagai berikut:



Seperti yang Anda lihat, hanya 4 pin diperlukan untuk koneksi kabel cross-over. Bila Anda membeli kabel Cross yang sudah jadi, Anda mungkin menemukan bahwa kedelapan pin digunakan. Kabel ini sama saja dengan yang ditampilkan di atas, beberapa pin sengaja dipasang meskipun tidak digunakan.
Hal ini tidak akan berakibat apa-apa, hanya agar kabel tampak lebih rapi.
Berikut adalah urutan pin kabel cross-over dengan posisi semua pasang kabel tetap dihubungkan (meski tidak digunakan):



Di mana lagi kabel Cross-over diperlukan?

Kabel Cross tidak hanya digunakan untuk menghubungkan komputer, tetapi juga berbagai perangkat lain. Koneksi lain yang dikenal paling sering dengan menggunakan kabel Cross adalah switch dan hub. Jika Anda memiliki dua hub dan Anda harus menghubungkan keduanya, Anda bisa menggunakan port uplink yang secara khusus ketika diaktifkan akan mem-by pass proses cross Tx dan RX sehingga seakan-akan kita tetap menggunakan kabel Straight. Trus bagaimana jika tidak ada uplink port atau ada tapi sudah dipakai?
Kabel cross akan memecahkan masalah Anda dan menghubungkan kedua hub dengan baik. Perhatikan ilustrasi berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang saya bicarakan:



Seperti yang dapat Anda lihat dalam ilustrasi di atas, berkat adanya uplink port, Anda tidak memerlukan kabel Cross.
Mari sekarang kita lihat bagaimana jika kita tidak memiliki sisa port uplink. Dalam hal ini kita harus membuat sebuah kabel cross-over untuk menghubungkan kedua hub:



Saya juga sudah siapkan ilustrasi yang membandingkan kabel Cross dengan kabel Straight di bawah ini:


Rabu

Selamat Datang Q-dhieker'z

 Terima kasih telah mampir ke My Blogger Terkeren
Hallo Q-dhieker'z semua....
salam kenal dan damai sejahtera selalu

" GOD BLESS FOR YOU FOREVER "

tidak ada manusia yang sempurna
dan tidak ada manusia yg pintar
semua asal muasal berawal dari pembelajaran diri
marilah kita belajar dan berbagi ilmu
dengan kita belajar kita bisa tau
dengan kita tau kita bisa belajar lebih banyak lagi
demi masa depan kita semua
salam saya.

---------  Q-dhie'z  --------